Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Our Idealism
SEMINAR NASIONAL dan BEDAH BUKU
Filed under: 1 | Leave a Comment »
Sebuah Tulisan, Apakah Berarti?
Entah mengapa hasrat menulis saya benar2 keluar malam ini. Sebuah dorongan yang baru muncul setelah berjuta-juta tahun tak berkarya di blog ini. Namun sayang hasrat ini tak disokong dengan baik oleh ide brilian. Ide-ide yang tertampung melayang-layang tak beraturan. Ide-ide yang muncul hanya berupa bagian kecil yang tak memiliki episode lanjutan yang pantas dikembangkan.
Dimulai dari lagu exogenesis : redemption-nya muse yang terngiang-ngiang sejak kemarin. Saya baru menyadari pilihan nada dari Bellamy begitu unik (dengerin deh) di lagu ini. Walaupun ga jelas juga maksud lagu ini apa, yang jelas kalo denger lagu ini bakal membuat pikiran tenang dan rada merasa bersalah (ga tau kenapa).
Kemudian inspirasi dari buku “7 Kinds of Smart” karangan Thomas Armstrong yang baru dibaca serius dari kemaren juga. Salah satu bagian menarik adalah saat dijelaskan bahwa salah satu (atau lebih) kecerdasan kita bisa mati akibat pengaruh lingkungan. Tetapi kata beliau (Armstrong red.) kecerdasan ini dapat dibangkitkan kembali.
Yang menarik lagi adalah tentang Leonardo da Vinci. Tulisan dia jelek, cara bicaranya patah-patah (alias ga jelas), sering menulis terbalik, bahkan dia menyebut dirinya tak pernah melakukan hal terbaik dari dirinya tetapi ia merupakan musisi, pelukis, ilmuwan, AHLI GEOLOGI (hehe), dan penemu yang sangat fenomenal.
Terus kembali ke atas . . .
Sebuah tulisan ini . . .
Apakah berarti? . . .
(astagfirullah . . . ga jelas gini blognya!!!!!)
Filed under: 1 | Leave a Comment »
Fluid Flow
Aliran Laminar dan Turbulen
Fluida dapat bergerak dalam dua cara berbeda. Dalam Aliran Laminar, semua molekul di dalam fluida bergerak secara paralel terhadap yang lainnya dalam arah yang sama. Dalam Aliran Turbulen, molekul dalam fluida bergerak ke segala arah tetapi tetap memiliki arah aliran yang relatif sama.
Untuk mengindikasikan aliran laminar dan turbulen, digunakanlah bilangan Reynold (Reynold’s Number). bilangan ini diperoleh dengan menghubungkan 1) kelajuan fluida (u), 2) rasio antara kerapatan dan viskositas fluida (v), dan panjang khas (l, diameter pipa atau kedalaman fluida dalam channel terbuka).
Re = ul/v
Ketika bilangan Reynold menunjukan angka yang rendah (kurang dari 500), maka aliran fluida dalam pipa dan channel akan laminar. Jika bilangan Reynold menunjukkan angka tinggi (lebih dari 2000) maka aliran yang terjadi akan berupa aliran turbulen. Dengan meningkatnya kelajuan, aliran fluida akan semakin trubulen dan akan terjadi transisi dari aliran laminar menuju ke aliran turbulen.
Fluida dengan viskositas rendah, seperti angin, akan turbulen pada kelajuan aliran yang rendah. Aliran air hanya laminar jika dalam kelajuan yang sangat rendah atau kedalaman yang sangat rendah. Aliran laminar muncul pada es yang bergerak (gletser), aliran lava, aliran debris karena ketiganya memiliki viskositas yang cukup besar dibanding air.
Perpindahan Partikel dalam Fluida
Partikel dalam berbagai bentuk dapat tertransportasikan dalam tiga cara.
Rolling
Pertama, partikel bergerak dengan cara menggelinding sepanjang dasar dari fluida. Partikel ini terus-menerus mengalami kontak dengan permukaan dasar. Mekanisme seperti ini disebut sebagai mekanisme menggelinding (rolling).
Saltation
Kedua, partikel bergerak dengan cara melompat-lompat, secara periodik partikel meninggalkan dasar dan kemudian kembali jatuh ke dasar. Mekanisme ini disebu saltation.Yang menyebabkan partikel terangkat ke atas adalah efek Bernaulli.
Suspension
Kemudian yang ketiga, partikel bergerak dengan cara terus mengambang dalam fluida. Hal ini disebabkan oleh aliran turbulen yang mendorong partikel ke arah atas. Mekanisme ini disebut sebagai mekanisme suspension.
Mekanisme Rolling dan Saltation termasuk ke dalam mekanisme bedload. Sedangkan mekanisme Suspension sering disebut mekanisme Suspended Load.

Sumber gambar : http://www.belmont.sd62.bc.ca/
Beberapa faktor dapat mempengaruhi pergerakan dari partikel dalam aliran trubulen.
-
Dengan bertambahnya kelajuan, energei kinetik yang lebih besar akan menyebabkan partikel-partikel meninggalkan dasar dan bergerak secara saltation.
-
Peningkatan turbulensi juga menyebabkan energi ke atas yang menyebabkan partikel dalam keadaan suspension.
-
Partikel dengan massa yang lebih besar membutuhkan energi lebih besar pula untuk mengangkatnya ke kondisi saltation dan suspension.
-
Partikel dengan permukaan lebih besar dibandingkan dengan massanya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk tenggelam. Partikel ini akan lebih mudah tersuspensi.
Ukuran Butir dan Kelajuan Aliran
Energi yang dibutuhkan untuk membawa partikel akan meningkat dengan meningkatnya massa partikel tersebut. Ini juga berlaku untuk energi yang mengangkat mereka ke atas. Pada kelajuan aliran sedang, butiran pasir akan tersaltasi, granule bergulir, dan pebbels tak bergerak. Dengan bertambahnya kelajuan, gaya yang bekerja pada partikel juga bertambah. Sehingga butiran pasir akan tersuspensi, granule akan tersaltasi, dan pebble akan bergulir. Hubungan sederhana seperti ini berlaku pada butiran kasar. Untuk butiran halus, mekanismenya akan lebih kompleks.
Diagram Hjulstrom
Diagram Hjulstrom menunjukkan hubungan antara kelajuan aliran air dengan ukuran butir. Diagram ini di tunjukkan oleh Hjulstrom pada tahun 1939. Ada dua garis utama dalam diagram ini. Garis yang di bawah menunjukkan hubungan kelajuan aliran dan partikel yang telah berada dalam keadaan bergerak. Kemudian yang atas menunjukkan kelajuan yang dibutuhkan untuk menggerakkan partikel yang berada dalam keadaan diam.
Pada bagian kanan kedua garis tampak lebih sejajar dibandingkan dengan yang di sebelah kiri. Garis atas menunjukkan kelengkungan dibanding dengan garis di bawah. Ini menunjukkan bahwa, dalam keadaan diam, partikel seperti clay dan silt membutuhkan kelajuan yang lebih besar dibandingkan pasir untuk dapat digerakkan oleh aliran. Hal ini disebabkan oleh sifat dari mineral lempung yang adhesif. Sekali mineral-mineral lempung ini terendapkan, maka mineral-mineral ini akan salin menempel. Hal inilah yang menyebabkan partikel-pertikel lempung lebih sulit terangkut.
Diagram Hjulstrom

Sumber gambar : http://www.earth.unh.edu/
Referensi :
- Nichols, Gary. Sedimentology and Stratigraphy. Blackwell Science Ltd, 2001.
Filed under: bumi | Tagged: aliran fluida, sedimentasi, sedimentologi | 1 Comment »
Cerita tentang Ahli Geologi
Cerita-cerita di bawah ini saya dapet dari blog seseorang yang juga mahasiswa geologi. Karena saya lupa alamatnya, jadi saya tulis aja apa yang nyangkut di otak saya. Dan untuk yang punya cerita2 ini mohon maap ceritanya saya ambil, hehe tanpa nyantumin sumbernya (lupa sih alamatnya).
Volume Gelas Ukur
Di dalam sebuah lab tiga orang sedang diuji untuk mengukur volume sebuah gelas ukur. Orang pertama adalah ahli matematika, kedua adalah ahli fisika, dan yang ketiga adalah ahli geologi.
Sang ahli matematika mengukur volume gelas ukur itu dengan keahliannya. Dia menggunakan segala rumus ruang dan bangun untuk mengukurnya.
Sang ahli fisika menggunakan kaidah-kaidah fisika yaitu dengan memanfaatkan metode yang ditemukan Archimedes, Volume gelas ukur sama dengan volume air yang ditempatinya.
Dan terakhir sang ahli geologi. Dia melihat-lihat gelas ukur itu dan mencari nomor serinya. Setelah mengetahui nomor serinya, ia mencari katalog untuk tahu berapa volume gelas ukur itu.
Melihat Keindahanmu
Ahli matematika dan Ahli geologi menyukai seorang gadis yang sama. Sang gadis bicara pada keduanya.
“Jika kalian mendekatiku satu langkah maka aku akan mundur satu langkah.”
Sang ahli matematika dengan pengalaman matematisnya berujar, “Kalau begitu aku tak akan pernah bisa menyentuhmu.”
Sang ahli geologi dengan mantap berbicara, “Baiklah, walaupun aku tak tak dapat menyentuhmu, setidaknya aku dapat melihat keindahanmu dari dekat.”
Filed under: 1 | Leave a Comment »
Sebuah Kebingungan
Seperti sediakala, seorang gamma merasa kebingungan. Kalo temen-temennya atau mahasiswa2 geologi lain merasa memiliki masa depan dengan dunia minyak, hal itu tidak berlaku dengan si gamma. Entah kenapa saya ini merasa ga (atau ga merasa?) tertarik sama yang namanya minyak. Memang sih dunia perminyakan itu banyak duitnya. haha. Tapi hati kecil saya tak berpikir jauh ke sana (belum kenal aja kali sama duit, haha).
Entah kenapa saya juga ga kepikiran seperti apa dunia migas (minyak dan gas) itu. Makanya saya belum terpikir untuk tertarik jadi orang yang berkecimpung di dunia ini. Kebanyakan orang mikir geologi itu migas (hmm, sebuah pendapat yang salah). Soalnya kebanyakan seminar di jurusan itu ngebahas migas. Jarang ada yang ngebahas masalah geologi lainnya.
Sekarang bicara tentang yang ada di pikiran saya: Paleontologi, Vulkanologi, Seismologi, dan Ancek (Analisis Cekungan). hahaha.
Paleontologi itu dari kata palaeos (masa lalu), onto (kehidupan), dan logos (ilmu). Singkatnya adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lalu. Karena ga ada mesin (atau belum ada) waktu, maka yang dipelajari adalah sisa-sisa yang ada di masa sekarang, yaitu fosil. Haha, tapi ga cuma autis ama fosil doang, paleontologi juga bisa mempelajari paleoclimate (iklim masa lalu gitu lah), mengaplikasikan dirinya ke migas, danjuga menghubungkan diri dengan stratigrafi. hahaha. Tapi ilmu ini ga ada hubungan ama arkeologi, trus apa bedanya? Kalo arkeologi sih hanya sebatas dari dimulainya sejarah manusia tapi kalo paleontologi itu dari pra kambrium juga udah dipelajarin. haha (kenapa ketawa?). Gimana? Rame kan cabang ilmu ini? (nanya ke siapa?)
Terus kita lanjut ke Vulkanologi. Vulkanologi itu ilmu yang ngurusin gunungapi (gini nih nulis yang bener, bukan gunung (spasi) api, apalagi gunung berapi. hehe). Kata ini berasal dari kata volcano yang artinya gunungapi. Trus dimana bagian menariknya? Ga tau juga sih. Tapi seneng aja liat magma yang keluar dari moncong si gunung (disebut lava). Merah membara (haha, belum ngerasain aja makanya bilang gini). Tapi yang satu ini si lebih banyak kepengaruh sama yang namanya film. Mulai dari “Volcano”, “Dante’s Peak”, sampai “Supervolcano”. Tokoh-tokoh utamanya itu lh, menginspirasi. haha
Dan Seismologi adalah yang berhubungan dengan kegempaan. Ilmu ini sebenernya mempelajari gelombang seismik, yaitu gelombang lentur dan salah satunya adalah gelombang gempa. Yang ini si muncul di pikiran saya baru beberapa hari saja karena gempa sering terjadi belakangan ini.
Terus kenapa jadi bahas2 yang beginian? haha (kenapa juga ketawa?). Ah sudahlah yang penting saya sedang menhadapi sebuah kebingungan. ckckckck.
Filed under: dari dalam hati | Leave a Comment »
Empat Puluh Tahun yang Akan Datang
Waktu itu malam, ketika seorang bapak menaiki mimbar untuk berceramah. Ia bukan seorang ustadz yang biasa berada di atas mimbar. Ia hanya pengganti ustadz yang malam itu tidak hadir. Dari caranya berceramah tampak jelas bahwa ia memang belum terbiasa mengisi posisi itu. Caranya bicara tak selancar ustadz-ustadz yang biasanya menghiasi malam-malam ramadhan dengan ceramah sebelum tarawih.
Ia terus mengalirkan kata-kata bijak. Waktu itu ia bicara tentang istiqomah. Ucapan-ucapannya tidak terlalu menarik bagiku, walaupun aku terus berusaha mendengarnya. Sampai suatu saat dia mengucapkan kata-kata seperti ini.
“Yah, walaupun seperti ini. Kita buktikan bahwa pensiunan juga punya manfaat.”
Deretan depan shaf langsung menyambut kata-kata itu dengan tawa ringan. Beberapa shaf di belakang juga tampak menyambut kata-kata renyah itu. Bahkan dari shaf Ibu-ibu juga terdengar sedikit tawa.
Mendengar kata-kata itu, langsung kutatap satu persatu shaf depan. Mulai dari ayahku, kemudian orang-orang disebelahnya. Terus kuamati sampai kudapat satu kesimpulan : “Mereka kebanyakan telah pensiun”. Tapi bagiku lebih tepat jika kukatakan mereka adalah para “veteran”. Mereka telah mengisi hidupnya dengan mempersembahkan sesuatu untuk hidupnya, keluarganya, dan agamanya.
Ada satu hal lagi yang terlintas dalam pikiranku. Saat itu, aku seolah melihat cermin. Cermin yang menembus batas waktu hingga empat puluh tahun yang akan datang. Entah bagaimana dunia saat itu. Yang pasti aku melihat diriku empat puluh tahun yang akan datang. Dimana aku berada? Apa yang telah aku lakukan? Dengan siapa aku hidup? Cermin itu tidak memperlihatkannya. Cermin itu hanya memberikan banyak tanya padaku.
Aku yang sekarang, di usia yang seperti ini. Apakah aku telah melakukan sesuatu? Apakah aku akan seperti orang-orang yang mengisi shaf-shaf depan itu pada empat puluh tahun yang akan datang?
Tantangan berada di tanganku sekarang. Apa yang akan kulakukan akan menjadi bukti dan jawaban atas pertanyaan yang cermin itu ajukan. Dan suatu saat nanti, empat puluh tahun yang akan datang atau tidak, aku akan mengatakan bahwa aku adalah pemenang.
Filed under: dari dalam hati, sebuah pemikiran | Tagged: pemenang, veteran | 1 Comment »
karya-karyaku

(I only have one cat)

(time of your life)
Filed under: dari dalam hati, karya-karyaku | Leave a Comment »
Indonesia dan Dunia Sainsnya
Waktu itu saya jalan2 ke salah satu toko buku di Bandung. Toko bukunya terkenal mulai dari ujung Sumuatera sampe ke ujung Irian sana. Memang tujuannya mulia, untuk dapet ilmu dari buku-buku, walaupun mungkin ga ada yang saya bawa pulang bukunya.
Nah, mari kita sejenak berpikir. Ketika kita ke toko buku kita bakal ketemu sama banyak buku. Buku-buku itu tentu punya banyak judul dan tema. Sekarang coba lihat, betapa banyak buku-buku bertema bisnis , bejibunnya komik-komik jepang, buku-buku masak untuk nemenin ibu-ibu juga ga kalah banyak, dan buku-buku motivasi dari mulai golden ways ampe golden gate. Buku-buku itu terpajang berak-rak sampe bikin pembeli bingung mau milih yang mana. Buku-buku itu banyak yang berlabel “best seller”. Koleksi baru berdatangan setiap harinya.
Tapi . . .
coba cari buku dengan tema “sains” . . .
Saya udah nemu tempat dimana ada buku bertema “sains” itu. Tempatnya khusus di suatu tempat. Kita ga perlu bingung untuk milih atau kita mungkin ga bakal bingung untuk segera pergi dari sana. Tempatnya hanya sekitar dua rak, itu juga ga penuh sama buku. Dari jaman kelas 2 SMA sampe jaman jadi mahasiswa buku yang saya liat ga jauh beda koleksinya. Paling nambah dua atau tiga buku. Dan di antara buku-buku itu ga ada yang berlabel “best seller”.
Menyedihkan?
Kemudian ada satu lagi sebuah pandangan dari saya.
Pernah denger film “Volcano”? Atau “Knowing”? atau yang terkenal seperti “Armagedon”?
Coba kita tinjau lebih teliti, siapa sih tokoh utama dalam sedikit contoh film yang gw sebut di atas? Dalam film volcano yang menjadi tokoh utama adalah vulkanolog. Dalam Knowing, peran utamanya adalah seorang dosen astrofisika. Dalam Armagedon? dia bukan orang sembarangan, dia ahli bor loh.
Terus apa hubungannya?
Dalam blog seseorang, saya pernah baca bahwa media propaganda paling manjur salah satunya adalah film. Film bisa mempengaruhi pola pikir seseorang. Dengan kata lain, ketika film-film populer macam di atas tadi ditonton oleh suatu peradaban, maka ada kemungkinan propaganda yang disampaikan film tersebut bisa saja ditiru oleh yang menonton. Mungkin saja, banyaknya ilmuwan, inovator, atau penemu di amerika (atau negara maju lainnya) sana yang pada awalnya terpengaruh oleh banyaknya film yang mempertontonkan ilmuwan atau orang spesial sebagai tokoh utama.
Sekarang coba tengok film dari kita (Indonesia). Memang, saya akui film-film Indonesia banyak yang menampilkan tema-tema unik. Film-film Indonesia juga banyak yang menjual kualitas. Tetapi coba kita lihat film-film ber-genre sains. Film-film yang mengangkat tema kehidupan seorang ilmuwan. Masih sangat jarang.
Saya akui orang Indonesia cerdas-cerdas. Banyak penemuan yang mereka hasilkan. Tetapi kebanyakan hasil karya mereka-mereka itu tersimpan rapi di instansi-instansi, perpustakaan, atau jurnal ilmiah. Dengan kata lain, produk-produk hasil pemikiran mereka kebanyakan belum menjadi komoditi yang populer. Maksudnya, orang-orang awam belum menjadi penikmat. Hal ini mungkin saja karena bahasa yang digunakan bukan bahasa orang-orang awam atau mungkin juga karena kita serbagai orang awam belum merasa menikmati sajian-sajian indah sains itu sendiri.
Ini hanya sekedar pandangan dari saya. Dan saya berharap lebih banyak produk-produk sains yang kita nikmati. Jangan biarkan produk-produk sains kalah populer dengan yang lainnya.
Filed under: sebuah pemikiran | Leave a Comment »
Sedikit Tentang Geologi (bagian 1)
Geologi berasal dari dua kata yaitu geo (bumi) dan logos (ilmu). Kedua kata ini berasal dari bahasa latin. Jadi kita bisa menyebut geologi sebagai ilmu bumi. Atau jika mau sedikit lebih kreatif, kita bisa menyebutnya sebagai ilmu yang mempelajari bumi. Sedangkan orang yang mempelajari bumi disebut sebagai geolog atau ahli geologi dalam bahasa indonesia dan geologist dalam bahasa Inggris.
Menurut Agung Mulyo (Pengantar Ilmu Kebumian, 2004), Geologi mempelajari bumi, meliputi cara terjadinya, proses dan sejarah terbentuknya, materi pembentuknya, struktur, serta bentuk-bentuk permukaan dan prosesnya yang terjadi pada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1953), Geologi diartikan secara singkat sebagai ilmu tanah (mengenai lapisan bumi dsb). Banyak yang mengatakan apa geologi itu, tetapi pada intinya geologi adalah ilmu yang berusaha memahami bumi ini.
Beberapa prinsip dalam ilmu-ilmu lain, seperti fisika, matematika, dan biologi, digunakan oleh ahli geologi untuk mempelajari bumi. Namun ada sesuatu yang membedakan geologi (dan ilmu bumi lainnya) dengan beberapa ilmu dasar lainnya. Jika beberapa hukum fisika bisa dibuat modelnya dalam laboratorium, maka hal yang berbeda terjadi dengan geologi. Karena besarnya fenomena yang harus diamati, seorang ahli geologi dituntut untuk melakukan penelitian di lapangan. The geologist cannot move a volcano to the laboratory to observe the growth of its cone (James Gilluly and Friends, Principles of Geology Second Edition,1958)
bersambung . . .
Filed under: bumi | Leave a Comment »
